KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat
Aloh SWT atas petunjuk dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan
proposal kewirausahaan dengan baik dan tepat waktu.
Proposal kegiatan usaha ini disusun
guna memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan. Disamping itu proposal ini
dimaksudkan agar mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berwirausaha. Tidak
lupa pada kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada :
1.
Pak Beben
Bahrein, SE.MS. selaku dosen kewirausahaan sekaligus sebagai pembimbing
penyusunan laporan.
2.
Orangtua
saya yang selalu memberikan dukungan serta doa untuk saya
3.
Teman –
teman saya yang telah memberikan motivasi dan dukungan dalam pembuatan proposal
usaha ini
4.
Semua pihak yang membantu menyelesaikan
penyusunan proposal kegiatan usaha ini.
Saya menyadari masih ada kekurangan
dalam penyajian proposal kegiatan usaha ini. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun untuk kesempurnaan proposal serta usaha yang dijalankan.
Semoga proposal kegiatan usaha ini
bermanfaat bagi pengembangan kemampuan kewirausahaan.
Tasikmalaya,
10 Juni 2015
Penulis
Fadilah
Fatimah Zahra
HALAMAN PENGESAHAN
USUL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA
- Judul Kegiatan : USAHA ROTI GORENG
- Bidang Kegiatan : Kewirausahaan
- Bidang Ilmu : kewirausahaan
- Pelaksana
Kegiatan :
- Nama Lengkap :
Fadilah Fatimah Zahra
- Perguruan
Tinggi : Universitas
Siliwangi
- Alamat : Jl. Siliwangi
no 24
- No Telf : 085123456789
- Email : fadilahfz@yahoo.com
- Dosen
Pendamping
- Nama Lengkap :
H Beben Bahrein, SE.,MS
- NIP : 07133
Tasikmalaya, 10 Juni 2015
Menyetujui,
Dosen Pendamping Ketua Pelaksana
Kegiatan
H Beben Bahrein, SE.,MS Fadilah
Fatimah Zahra
NIP : 07133
NPM : 143403102
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG PEMBUATAN PROPOSAL USAHA
Proposal usaha merupakan dokumen
tertulis yang disiapkan oleh wirausahawan untuk mengembangkan semua unsur yang
relevan, sehingga orang luas tertarik untuk menjalin kerjasama. Dalam pembuatan
proposal ini ada dua aspek alasan yang penting, yaitu:
A.
Alasan
Edukasi
a)
Proposal ini
merupakan tugas akhir mata kuliah kewirausahaan.
b) Untuk
mengukur kemampuan siswa dalam berwirausaha
B.
Alasan
Bisnis
a) Merupakan
persyaratan wirausahawan sebagai pemilik dan pemegang inisiatif dalam membuka
usaha.
b) Mengundang
orang-orang yang potensial untuk bergabung dan bekerjasama
B.
ALASAN MEMILIH USAHA
Kami memilih
usaha ini karena proses-prosesnya cukup mudah untuk pemula bagi saya yang baru
mendirikan usaha baru. Selain itu usaha roti goreng ini banyak pengusaha lain
yang meminati usaha ini sehingga para pengusaha lainnya berlomba-lomba
mempromosikan roti goreng dengan harga paling murah tetapi kualitas produk itu
kurang terjamin dari segi apapun dengan untung yang didapat masih relative
kecil.
Saya berbeda dengan menawarkan
produk yang terjamin dari banyak segi baik kesehatan, kualitas, kuantitas dan
brand produk tersebut dengan membuat rasa khas dengan bentuk yang berbeda. Maka
saya telah menyiapkan semua rencana usaha dengan sedetail detailnya agar usaha
ini semakin maju dan berkembang
C. RUMUSAN MASALAH
- Apakah usaha ROTI GORENG merupakan
usaha yang menguntungkan ?
- Kapankah usaha ROTI GORENG mencapai
titik impas ?
- Bagaimana saluran pemasaran usaha
ROTI GORENG ?
D. TUJUAN PROGRAM
Adapun tujuan dari program kewirausahaan ini
adalah:
- Memperoleh keuntungan
- Memberikan sarapan praktis dan
bergizi bagi mahasiswa yang belum sarapan di rumah
- Menambah relasi di lingkungan kampus
- Sebagai lahan eksperimen berbisnis
di tengah banyaknya pengangguran berijazah yang ada di negeri ini
E. LUARAN YANG
DIHARAPKAN
Kegunaan program Kewirausahaan ini adalah:
- Memudahkan Mahasiswa memperoleh
makanan sehat
- Menumbuhkan jiwa kreatif dan
inovatif di kalangan mahasiswa Universitas Siliwangi sehingga diharapkan program ini
menjadi sarana pembelajaran serta menambahkan pengalaman wirausaha agar
tidak canggung ketika berada di dunia kerja
- Menumbuhkan sikap dan perilaku
bertanggung jawab atas usaha yang dimiliki
- Sebagai aplikasi dari Visi dan Misi Kampus Raharja
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Aspek Pasar dan Pemasaran
Produk merupakan segala sesuatu yang
dapat ditawarkan produsen untuk diperhatikan, diminta, dicari, dibeli,
digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai pemenuhan kebutuhan atau keinginan
pasar yang bersangkutan (Tjiptono, 2002:95). Pada bagian
ini menjelaskan keseluruhan produk yang dihasilkan. Perencanaan yang perlu
dilakukan menyangkut produk (output), terutama pada usaha manufaktur dan
industri pengolahan adalah:
A. Dimensi Produk
Dimensi
produk berkenaan dengan sifat dan ciri-ciri produk yang meliputi bentuk,
ukuran, warna serta fungsinya. Produk yang berbahan utama tepung
terigu ini disajikan dalam bentuk persegi menyerupai bantal yang disediakan dengan berbagai varian rasa dan harga. Berikut ini adalah
berbagai macam produk yang dihasilkan oleh roti goreng
·
Roti goreng
rasa coklat
·
Roti goreng
rasa keju
·
Roti goreng
rasa ayam
·
Roti goreng
rasa sosis
B. Nilai/Manfaat Produk
Produk yang saya tawarkan memiliki
manfaat yang positif bagi kesehatan konsumen yang merupakan manfaat inti dari
produk roti goreng ini. Produk yang diolah memiliki banyak
kandungan gizi dan tentunya mengenyangkan karena bahan utamanya
tepung terigu dan isinya mengandung protein ataupu lemak . Produk ini juga memiliki Potential
Benefit (manfaat potensial) memperdulikan kesehatan pelanggan dari
makanan yang kurang sehat.
.
C. Keunggulan
Produk
Keunggulan kompetitif produk saya antara lain:
1. Rasa yang enak.
2. Mengenyangkan.
3. Harga terjangkau dan sesuai
dengan kantong konsumen.
D. Gambaran
Pasar
Pada tahap ini menceritakan
gambaran pasar, mulai dari gambaran pasar bisnis secara ringkas serta data
penjualan beberapa tahun terakhir.
§ Perkiraan /
prediksi jumlah permintaan konsumen terhadap produk.
§ Proyeksi
penawaran dalam beberapa periode / tahun mendatang. Proyeksi penawaran
disesuaikan dengan permintaan seperti kenaikan x % per tahun sesuai pertumbuhan
proyeksi permintaan
E. Target Pasar atau Segmen Pasar yang Dituju
Disini penulis memiliki target pasar atau
segmen pasar yang dituju yaitu mahasiswa disekitaran kampus karena banyak dari
mereka yang pergi ke kampus tanpa sarapan dari rumah oleh karena itu saya
membuat solusi dengan menciptakan produk yaitu roti goreng varian rasa.
2.2 ASPEK PRODUKSI
A. BAHAN BAKU PRODUKSI
Dalam proses produksi ini membutuhkan bahan, antara
lain :
Tepung Terigu
|
Mentega
|
Gula Pasir
|
Telur
|
Garam
|
Ragi
|
Minyak Goreng
|
Air Mineral
|
Keju
|
Coklat
|
Ayam
|
Sosis
|
B. PERALATAN
Peralatan
adaalah alat yang digunakan untuk memproduksi produk yang saya produksi. Berikut
adalah beberapa peralatan yang saya butuhkan dalam memproduksi roti goreng
- Kompor Gas
- Alat Penggorengan
- Plastik mika atau plstik bening
- Label
Keseluruhan bahan
baku yang digunakan untuk memasak Roti Goreng kemudian menghasilkan Roti Goreng
yang siap dijual. Pembuatan Roti Goreng ini dilakukan pada pagi hari mengingat
penjualannya dilakukan pada pagi hari menjelang masyarakat mulai beraktivitas. Roti
goreng yang sudah jadi tersebut kemudian dimasukkan kedalam kemasan yang
menarik dengan menggunakan merek dagang Roti Goreng yang dibuat oleh saya.
2.3 ASPEK BIAYA
RINCIAN BIAYA
PERBULAN (ASUMSI):
- Biaya Pemasaran (promosi) (variable)
- Pulsa :
Rp. 50.000
- Biaya Modal Produksi (variable)
- Pembelian bahan baku : Rp. 300.000
- Pembelian Alat : Rp.
50.000
- Biaya Operasional (tetap)
- Biaya Listrik :
Rp. 50.000
- Biaya Lain-lain :
Rp. 50.000
Rekapitulasi Biaya
1.
Biaya Promosi :
Rp. 50.000
2.
Biaya Modal Awal : Rp. 350.000
3.
Biaya Operasional : Rp. 100.000
Total Pengeluaran : Rp. 500.000
PROYEKSI PENDAPATAN
(ASUMSI)
Pendapatan per hari : 10 roti x Rp. 4000,- = Rp. 40.000,-
Pendapatan per bulan : 240 roti x Rp. 4000,- = Rp. 960.000
*Keuntungan
1 roti adalah Rp. 2000
Keuntungan selama 24 hari : 240 x 2.000 = Rp.
480.000
*Operasional
penjualan (1 bulan adalah 24 hari)
Diasumsikan dari proyeksi pendapatan diatas,
maka pendapatan setiap bulan dari usaha Roti Goreng ini adalah sebesar
Rp. 960.000. Pendapatan bersih Rp. 480.000 ini tidaklah selalu berjumlah
seperti itu tiap bulannya. Adakalanya penjualan meningkat pada saat-saat
tertentu seperti ketika musim ujian di kampus, banyak mahasiswa yang tidak
sempat sarapan di rumah. Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa pendapatan
sebesar Rp. 480.000 itu adalah pendapatan yang paling terendah tiap bulannya.
2.4 ANALISA TITIK IMPAS
Dalam menghitung
analisis titik impas ini, kita terlebih dahulu menentukan jumlah investasi awal.
Investasi awal dapat kita peroleh dari jumlah biaya tetap ditambah jumlah biaya
total variable.
Kemudian setelah
diketahui jumlah total nilai investasi awal maka selanjutnya kita menentukan
pendapatan bersih setiap bulannya. Disini kita menggunakan nilai asumsi
pendapatan bersih terendah setiap bulannya.
Investasi awal :
Biaya tetap + Biaya variable
: Rp. 100.000 + Rp. 400.000
: Rp. 500.000
Untuk mengetahui
Analisa Titik Impas adalah digunakan untuk memperkirakan seberapa cepat modal
yang sudah dikeluarkan dalam usaha Roti Goreng ini segera dapat kembali kepada
pemberi modal yaitu saya. Semakin cepat kembalinya modal kepada saya, maka
semakin bagus investasi dalam usaha Roti Goreng ini. Apabila semakin lama
kembalinya modal dalam usaha Roti Goreng ini maka diperlukan untuk berfikir
kembali apabila ingin meneruskan usaha Roti Goreng tersebut. Suatu usaha dengan
jumlah modal tertentu apabila pengembalian modalnya cukup lama, maka saya akan
kehilangan suatu peluang yang dinamakan dengan peluang kesempatan. Analisa
titik impas tersebut adalah:
Pendapatan / modal =
Rp. 960.000 / Rp. 500.000
= 1,9 bulan atau 2 bulan
Jadi uang saya akan
kembali dalam jangka waktu 2 bulan setelah investasi awal dilakukan. Sungguh
suatu prestasi yang sangat membanggakan mengingat angka diatas adalah masih
mengambil asumsi pendapatan bersih terburuk.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Setelah melalui pembahasan diatas, maka dapat
disimpulkan bahwa usaha dari Roti Goreng ini sudah sangat layak untuk
dijalankan. Dalam cara menjalankannya pun terlihat tidak terlalu sulit,
sehingga proses penjualannya pun tidak terlalu memakan waktu dan fikiran
terlalu banyak. Setelah itu, modal yang diperlukan untuk menjalankan usaha Roti
Goreng ini pun tidak terlalu banyak, sehingga tidak akan terlalu menyulitkan
kegiatan belajar mahasiswa. Waktu pelaksanaannya pun dilakukan sebelum jam
perkuliahan dimulai.
Akhir kata, besar pengharapan kelompok kami
untuk memperoleh keuntungan dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa dalam
kelas entrepreneur ini. Karena setelah dilakukan penghitungan, ternyata
keuntungan yang didapatkan dari program ini selain manfaat pengetahuan, relasi,
kita juga memperoleh keuntungan dalam bentuk materi. Materi tentunya adalah
suatu hal yang sangat berharga, apalagi apabila materi tersebut diperoleh oleh
mahasiswa yang masih belum memiliki penghasilan sama sekali.